Breaking

logo

Senin, 12 November 2018

Tanggapi Sandi, Tim Jokowi: Genderuwo Ekonomi Bernarasi Pesimistis

Tanggapi Sandi, Tim Jokowi: Genderuwo Ekonomi Bernarasi Pesimistis


Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang politik genderuwo ditanggapi cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dengan menyebut masyarakat harus waspada terhadap genderuwo ekonomi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin punya tafsir sendiri mengenai genderuwo ekonomi versi Sandi.

"Bagi kami, genderuwo ekonomi tercermin dari pernyataan para politisi yang selalu menakut-nakuti rakyat dengan narasi yang pesimistis dan ketidakpastian ekonomi yang sebetulnya tidak sesuai dengan fakta objektif yang dihadapi masyarakat," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (13/11/2018).

Ace memberi contoh soal narasi pesimistis itu. Dia mengungkit masalah tempe hingga harga makanan di negara lain.

"Pernyataan-pernyataan seperti Indonesia akan bubar di tahun 2030, rakyat Indonesia 99% hidup pas-pasan, harga-harga bahan pokok di pasar naik, tempe setipis ATM, chicken rice di Singapura lebih murah dibandingkan di Jakarta dan lain-lain merupakan contoh-contoh narasi pesimistis. Rakyat dibuat takut seakan-akan Indonesia ini ada dalam situasi yang menakutkan," sindir Ace.

Padahal, kata Ace, narasi tersebut tidak sesuai fakta. Presiden Jokowi, lanjutnya, telah turun langsung ke pasar untuk mengecek klaim-klaim tersebut.

"Pak Jokowi telah melakukan pengecekan langsung di pasar untuk memastikan harga-harga kebutuhan pokok itu apakah sesuai dengan yang dituduhkan. Ternyata kenyataan tidak. Harga-harga stabil sebagaimana data inflasi yang selalu terkendali selama pemerintahan Jokowi," ucap politikus Partai Golkar itu.

Bagi Ace, menyampaikan pandangan politik yang berbeda dalam melihat situasi saat ini ialah lumrah dan menjadi bagian dari proses demokrasi. Namun, Ace mengingatkan satu hal.

"Menciptakan ketakutan ekonomi sangat membahayakan bagi rakyat itu sendiri. Kami tahu bahwa tujuan dari narasi itu adalah bagian dari mencari simpati rakyat. Namun apakah harus dengan cara begitu kita ingin mendapat simpati rakyat yang justu merugikan rakyat itu sendiri?" katanya.

"Pernyataan yang negatif yang pesimistis yang disampaikan secara berulang-ulang bisa jadi akan menjadi kenyataan. Pernyataan itu akan dimanfaatkan oleh para spekulan pasar untuk meraih keuntungan ekonomi. Akibatnya harga-harga akan naik di pasar tradisional dan akhirnya rakyat akan rugi. Pedagang pasar di pasar tradisional akan merasakan dampaknya. Jadi sekali lagi janganlah kita menggunakan narasi ketakutan hanya semata-mata untuk kepentingan politik jangka pendek. Terlalu besar pertaruhannya untuk kepentingan rakyat," sebut anggota DPR itu.

Sebelumnya diberitakan, Sandi menyebut genderuwo ekonomi sangat berbahaya. Karena itu, dia meminta semua pihak waspada. Genderuwo ekonomi, kata Sandi, membuat harga-harga melangit hingga lapangan pekerjaan semakin sulit didapat. Sandi juga memerinci ciri-ciri 'genderuwo' itu.

"Dan ini menggerogoti ekonomi kita sehingga ekonomi kita lemah, tidak mandiri, dan tergantung terhadap faktor eksternal. Jadi genderuwo ekonomi ini memang harus dienyahkan, baik sebagai operator ekonomi yang bertindak sebagai genderuwo dan politisi yang mem-backup-nya," terang Sandi. [detik.com]

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact
close